Cara Investasi Reksadana untuk Pemula

Berikut ini adalah Cara Investasi Reksadana untuk Pemula agar sukses dan berhasil. Payung hukum lewat perlindungan undang-undang dan jaminan keamanan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi salah satu nilai lebih dari reksadana. Nilai lebih lainnya tentu saja return yang diperoleh investor jauh lebih besar dibandingkan dengan prosentase bunga yang diberikan oleh bank. Sehingga tidak salah jika reksadana dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam berinvestasi.

Cara Investasi Reksadana untuk Pemula Agar Sukses

Lantas bagaimana cara investasi reksadana? Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Tentukan Tujuan dan Pahami Risiko

Sebagaimana jenis investasi lainnya, reksadana juga memiliki peluang risiko, yakni tidak ada jaminan dari investasi yang ditanam dikemudian hari akan memberikan keuntungan, karena tidak menutup kemungkinan nilai investasi mengalami penurunan yang mengakibatkan kerugian.

Untuk itu, sebelum memulai investasi reksadana, disarankan agar terlebih dahulu memahami tujuan dari investasi yang dilakukan, menghitung kondisi dana yang dimiliki, memahami komposisi portofolio, serta memiliki strategi investasi. Itu sebabnya, membaca dan memahami prospektus reksadana serta informasi produk reksadana yang tertuang dalam dokumen Fund Factsheet yang diterbitkan Manager Investasi (MI), perlu dilakukan. Pelajari pula rekam jejak dan reputasi MI, kebijakan dan risiko investasi, biaya-biaya transaksi, kemampuan dana dan profil risiko, serta produk yang sesuai dengan tujuan investasi.

Cara Investasi Reksadana

Tempat Pembelian Reksadana

Karena dana yang diinvestasikan nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi, maka pembelian reksadana dapat dilakukan di lembaga yang menerbitkan dan mengelola investasi, yakni MI. Pembelian reksadana juga dapat dilakukan melalui bank yang mempunyai ijin sebagai APERD atau Agen Penjual Reksadana.

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari pembelian reksadana lewat bank, diantaranya: dapat melakukan pembelian produk reksadana dari berbagai Portofolio Efek dan dari MI yang berbeda, pilihan produk Portofolio Efek yang lebih banyak, dan memperoleh fasilitas auto debet guna memudahkan transaksi saat melakukan pembelian reksadana. Hanya saja ada kemungkinan produk-produk reksadana yang menjadi unggulan tidak dijual di bank tersebut, disebabkan tidak adanya kerjasama antara pihak bank dengan MI. Baca juga : Keuntungan Investasi Emas Bagi Anda.

Tata Cara Pembelian

Untuk memulai investasi reksadana, tentunya harus memahami pula tentang tata cara pembelian produk investasi tersebut. Ada beberapa ketentuan dalam membeli produk reksadana, diantaranya:

  • Mereka yang bermaksud membeli produk reksadana diharuskan mengisi formulir yang disediakan dan menandatanganinya, menyerahkan foto copy dokumen, dan menyediakan dana yang akan diinvestasikan. Dokumen yang dimaksud diantaranya KTP, NPWP, dan untuk investor institusi wajib mencantumkan Anggaran Dasar Perusahaan. Selain itu masih ada beberapa dokumen lainnya sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
  • Dana yang diinvestasikan tersebut selanjutnya disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang nilainya memberi gambaran tentang total kekayaan reksadana setiap harinya. NAB perunit biasanya disebut ‘harga NAB’ atau ‘harga reksadana’ yang fluktuasi nilainya setiap hari diinformasikan melalui media massa, baik media cetak maupun online.

Setelah semua proses memulai investasi reksadana lewat pembelian Portofolio dilakukan, selambat-lambatnya 7 hari bursa, investor akan menerima Surat Konfirmasi Transaksi Pembelian Reksadana dari Bank Kustodian, dan setiap bulan akan memperoleh laporan perkembangan dari dana yang diinvestasikan. Demikian Cara Investasi Reksadana untuk Pemula Agar sukses dan berhasil!

loading...

Tags: #cara investasi reksadana #investasi #investasi reksadana #reksadana

Leave a reply "Cara Investasi Reksadana untuk Pemula"


Top